Archive

Uncategorized

 

Inovasi terbaru kali ini datang dari sebuah ide saat melihat kenyataan bahwa banyak sekali orang yang depresi karena tidak dapat menyalurkan emosi dalam dirinya. Sering kali pikiran atau ganjalan dalam diri tersebut dipendam sehingga menimbulkan sakit atau alokasi penyaluran emosi yang salah sehingga menimbulkan kerusakan atau hubungan yang tidak baik dengan segala aspek disekitarnya saat kejadian tersebut. Lalu, bagaimana solusi yang tepat atau bahkan bermanfaat bagi mereka ?

inilah “the emotion translator” dimana dalam benda ini dapat tersimpan dokumen berupa energi yang diserap melalui sensor pada bagian luar benda ini. energi yang diserap dapat berupa pukulan / hantaman pada benda ini atau suara disekitarnya dan terbaca sesuai dengan kadar/muatan energi yang masuk. setelah itu, energi yang telah tersimpan dapat digunakan sebagai kompor, baterai, lampu, dan lain-lain.

Visualisasi benda ini disesuaikan dengan fungsinya, yaitu suatu bentuk yang memancing emosi penggunanya. hitam, besar, seperti samsak, sangat pas untuk pelampiasan emosi seseorang. saat orang tersebut memukulnya, benda ini otomatis menghitung energi yang tersalurkan dan menyimpannya untuk dapat digunakan menjadi energi lainnya. Begitu pula dalam penyerapan suara, pengguna dapat melampiaskan emosinya dengan memarahi, memaki, atau apapun pada benda ini sehingga terlepas beban pikirannya. sensor suara akan bekerja dengan  menyimpan energi berupa suara tersebut dan dikonversikan ke bentuk energi yang dapat digunakan dalam bentuk lain di benda ini. ada box kecil di dalam benda ini, yang bisa dikeluarkan lalu ada kabel2 yang menyambungkannya ke baterai, gas, atau lampu. penggunaannya sesuai jumlah energi yang tersedia.

berikut business model Emotion Translator :

 

 

Advertisements

saya telah melalui kelas creativity and innovation selama 1semester bersama paman APIQ dan Kak Bayuningrat. Tentu mengikuti kelas CI sekarang melalui sebuah pertimbangan alasan dan menghasilkan suatu output dalam 6 bulan lamanya. Apa saja ilmu, pengalaman, atau hal apapun yang dapat saya ambil dari kelas ini?

Pada awalnya saya agak bingung kenapa kelas ini dibuka di perkuliahan. Saya yakin kalau ada mahasiswa yang tidak mengambil kelas ini dari sbm maupun luar sbm atau luar itb pasti iri dengan kelas yang terlihat sangat “fun” dan sibuk bermain-main ini. hahaha. Tapi minggu demi minggu makin terasa mengerucut sebenarnya kemana arah tujuan dari permainan-permainan yang dilakukan. Orang seringkali menggebu-gebu ingin membuat bisnis dan meraih keuntungan yang besar secepatnya. Bisnis tersebut dijalankan dengan diawali mencari hal yang paling menguntungkan di masyarakat dan meminimalisir kesulitan si pembuat bisnis. Namun, darisekian banyak bisnis yang “sama” diantara kompetitornya, yang mana sih yang paling bertahan? apakah semua bisa meraih kesuksesan dengan sama rata. ya jelas tidak mungkin.

KREATIFITAS DAN INOVASI menurut saya adalah jawaban yang paling tepat untuk menjadi kunci dalam berangkat ke sebuah bisnis yang besar. dengan adanya ide-ide baru yang fresh, inovasi yang terus tergali, dan keinginan yang kuat untuk terus mencari hal terkini, yakinlah kalau kita dapat menembus kesuksesan dimanapun tempat atau masa kita berada. Dalam kelas creativity and innovation di SBM yang saya ambil kali ini, saya menemukan makna tersebut untuk meraih kesuksesan karena hidup itu terus bergulir, berganti-ganti, berotasi, dan kita harus bisa kuat berevolusi terus menerus menembus ruang dan waktu untuk dapat terus menapaki moment hidup yang berbeda.

Sebenarnya detail dari kegiatan di kelas ini banyak sekali. Namun saya hanya menyebutkan hal yang paling mengena dalam pribadi, yaitu ternyata pertanyaan tidak selalu terjawab dengan sebuah jawaban. pertanyaan mungkin terjawab dengan pertanyaan-pertanyaan lain yang terus mengalir.

Menggunakan handphone saat ini sepertinya sudah menjadi syarat wajib bagi banyak orang untuk memperlancar setiap aktivitas yang dijalani. Sepertinya akan sangat menyulitkan sekali jika benda ini tertinggal atau tidak ada, maka kita selalu mengingat keberadaannya kemanapun kita pergi. Kemudian, ditengah aktivitas seringkali orang kehabisan pulsa dan merasa kesulitan mencarinya karena berada di tempat2 yang sulit dijangkau atau sulit mencari parkir.

Selain itu, seringkali orang lupa membawa cash. atau, lupa membawa dompet saat bepergian sehingga kartu debit tidak dapat dengan sigap digunakan.

Dengan itu, ada sebuah inovasi baru yaitu penyatuan debit card dan credit card yang pertama-tama, ia akan sangat memudahkan pengguna smartphone untuk membeli pulsa langsung dari rekening. Berbeda dengan yang ada sekarang yaitu pembelian pulsa dapat dilakukan melalui rekening di atm. Namun, pembelian ini dapat dibeli langsung melalui hp anda. Kedua, karena keberadaan hp sangatlah krusial maka orang akan lebih mudah mengingat untuk membawanya, jadi tentu otomatis membawa kartu debit kemanapun yang menyatu dengan simcard ini akan tidak terlewatkan juga.

Benefit juga akan juga dirasakan oleh provider yang mematenkan inovasi ini karena kemudahannya akan menaikkan jumlah pengguna provider dan tentu membangkitkan relasi dengan bank yang bekerja sama melalui keberadaan kartu debit tersebut. Trend yang ada juga akan membuat orang beralih pada teknologi terbaru ini sehingga dapat memperluas pengadaan scanner di berbagai store yang berimbas juga pada kenaikan revenue dari penjualan scanner tersebut.

Berikut adalah business model dari inovasi baru ini :

Suatu hari Muhammad sedang berbincang-bincang dengan seorang ratu dimasa itu. Perbincangan dilakukan di dalam sebuah gua yang dimiliki oleh Isaac Newton, tempat dimana raga jesus Christ yang menghilang dahulu ditemukan oleh Buddha. Raga tersebut diberikan oleh confucius sebagai rasa terimakasih karena pernah menemaninya senam di St. Paul sekaligus sering meminjamkannya baju yang ada tulisan Tsai Lun untuk dipake balapan lawan Guttenberg.  Ya walaupun kekecilan karena suka makan cemilan buatan Columbus, tapi tetap dipake. Padahal ketat gitu, kurang cocok dipakai sesepuh seumuran Einstein saat itu. Pasteur yang ngeliat aja jadi sebel, risih liatnya. Terus baju itu dipakai dobel padahal Galileo Galilei juga butuh pinjam bajunya. Akhirnya Aristotle mengajak dia makan timbel supaya nggak kepikiran terus, sambil baca buku fabel buatan euclid. Sehabis itu, mereka jalan-jalan melihat toko mebel di jln Moses sambil sekalian nambal ban dekat situ punya teman lama namanya Darwin. Padahal dari pagi mereka bajunya bejubel banget, Shih huang ti belum sempat setrika baju yang ada label tulisan “Augustus Caesar” itu, gara-gara lagi makan sambel di dapur bareng Copernicus dan Lavoisier.

25 oktober 2011

saatu itu saya masuk ke kelas dan menemukan ternyata hari itu kedatangan guestlecture yaitu Pak Budi Rahardjo. Pada awalnya saya masuk kurang memperhatikan pembicaraan di kelas karena terlambat dan sibuk gambar2 sendiri.

Entah ada gestur-gestur  apa yang dilakukan Pak Budi Rahardjo sehingga saya tertarik tiba-tiba memperhatikan ke depan dan mendengarkan cerita-cerita beliau.

Budi Rahardjo.

Seorang dosen ITB, lulusan Elektro, Entrepreneur Digital, pernah tinggal di luar negeri dan bekerja di multinational company. “Yang penting tetap menjadi warga negara Indonesia dimanapun kita berada. yang penting menjadi diri sendiri.”

Dari sekian banyak bisnis yang dijalaninya, Pak Budi R. tidak pernah sekalipun membuat businessplan.

“Kalau kita hebat, kita tidak akan melamar kerja, tapi pekerjaan yang akan mencari kita.”

Salahsatu usaha yang pernah dilakukannya adalah Digital Beat store di PVJ.

Hobi yang dijalani sekarang adalah main band.

Pak Budi Rahardjo sering mengalami kegagalan pada bisnis yang dijalaninya. Suatu saat beliau pernah menyampaikan sebuah ide bisnis yang kemudian ide tersebut langsung disetujui dan diberikan biaya yang sangat besar. Beliau bertanya2 mengapa orang tersebut tidak takut memberikan uangnya, apakah tidak takut hilang begitu saja?

Yang berinvestasi memberikan uang. Yang menjalani bisnis memberikan ‘waktu/usia’nya dalam menjalani usaha tersebut.

“Usia hilang nggak bisa dibeli, uang bisa dicari. kegagalan adalah nasib. gagal itu bukan aib. Yang penting kita sudh berusaha menggunakan waktu yang dimiliki dengan baik.”

Maka yang berinvestasi percaya kalau orang yang diberikan uang untuk menjalani bisnis tersebut akan berupaya sebisa mungkin untuk menggunakan usia yang ada sebaik-baiknya.

Blog

rahard.wordpress.com

gbt.blogspot.com

Pak budi rahardjo merasa bahwa di indonesia jarang sekali ada orang yang memiliki ide / cerita yang orisinil dari dirinya sendiri. Blog rata-rata isinya adalah cerita bloglain yang di copy atau di ceritakan ulang kembali. Beliau ingin blog yang dimilikinya semua berawal dari nol, dari pemikirannya sendiri. Dan kita tau kalau ide yang dimulai dari nol itu tidaklah mudah, itulah kenapa ide itu malh nilainya. Memang wajar kalau kita mendapatkan inspirasi dari sumber-sumber lainnya, namun kita harus bisa menyerap ide lain yang ada dan kemudian memberi added value sehingga tercipta ide baru yang lebih baik dan nilai orisinil tetap terjaga. “good artists copy, great artists steal”

Bisnis Digital ?

– Analog ke digital

– “most important technology of the last 40years” – versi IEEE Spectrum – N0v ’04 –> perangkat menjadi lebih kecil, cepat, dan murah

– Model bisnis baru –> Freemium (Longtail)

Longtail –> menjual kualitas, bukan kuantitas.

Pak budi rahardjo mengejar pasar yang menginginkan kualitas (keinginan pasar perindividunya), bukan kuantitas dari peminat yang tertinggi.

Banyak orang yang berusaha untuk bunuhdiri karena depresi, depresi karena lack of creativity. Maka jadilah orang yang terus menggali ide dan kreatifitas. : )

Lakukan dengan hati !

Orang yang banyak sukses tidak berawal dari pikiran “ingin kaya”, namun berawal dari apa yang disenanginya

“U dont work. U PLAY the rest of your life!”

 

Peluang, prospek, dan kesempatan bagi para mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi.

Dalam imaji saya, manusia memang telah ditakdirkan untuk menjalani fase tersibuk dan mengembangkan sisi kreatifitasnya. Tentunya kita tau bahwa generasi diatas kita menganggap bahwa mahasiswa adalah saat yang tepat untuk dididik untuk menjadi manusia yang siap menghadapi dan membangun kehidupan di masa depan yang lebih baik. Inovasi dan kreatifitas adalah amunisi utama untuk merealisasikan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Tahap menghadapi peran sebagai mahasiswa adalah saat yang baik dimana usia dan pengalaman yang cukup matang, serta pemikiran yang sedang produktif akan sangat menunjang proses pengembangan kreatifitas dan inovasi. Usia ini juga saat dimana mereka akan menjajaki kehidupan yang sesungguhnya, sehingga banyak peluang-peluang yang diberikan oleh berbagai pihak untuk mahasiswa dalam menyalurkan ide-ide kreatif mereka. Contohnya adalah kompetisi-kompetisi pengembangan ide dari mulai tingkat kota hingga internasional, festival budaya, dll. Selain itu, mahasiswa masih muda dan memiliki banyak waktu untuk melakukan kegiatan dan membangun relasi dengan sekitarnya sehingga informasi dengan mudah didapatkan yang juga berguna untuk mengembangkan pengetahuan yang berdampak pada meningkatnya level kreatifitas. Dapat kita lihat unit-unit banyak terbentuk di kampus-kampus, dimana mahasiswa dapat menyalurkan hobi dan menggali keterampilan mereka, ataupun berbagi dalam organisasi sosial yang ada. Adapun yang mulai membangun bisnis-bisnis kecil sesuai passion mereka dan menjadikannya sebagai sarana untuk menyuarakan aspirasi yang ada. Dengan itu, kita tau kalau peluang sebagai mahasiswa untuk terus berkarya adalah saat yang patut dimanfaatkan dengan baik demi masa depan diri mahasiswa dan kemajuan bangsa.

 

Masalah-masalah yang menghambat para mahasiswa untuk menjadi kreatif dan inovatif serta solusinya.

Walaupun masa yang ada pada mahasiswa merupakan saat yang tepat untuk mengembangkan diri dan kreatifitas, namun tidak selalu kesempatan itu dapat terbaca dan dimanfaatkan dengan baik. Ada saatnya dimana mahasiswa tidak dapat mengendalikan emosi mereka yang sedang dalam masa fluktuatif sehingga potensi yang mereka miliki tidak dapat tersalurkan menjadi suatu output yang bermanfaat. Selain itu, faktor lingkungan pun sangat mempengaruhi produktifitas mahasiswa. Alangkah baiknya orangtua turut berperan dalam mengarahkan anaknya agar memiliki dasar perilaku yang baik sehingga dalam proses penjajakan pada dewasa, mahasiswa sudah bisa menentukan arahnya sendiri dengan baik dan menempatkan diri pada lingkungan yang menunjang perkembangan diri mereka yang berdampak pula pada peluang kreatifitas yang lebih terbuka, dan dalam pengembangan kreatifitas dan inovasi tidak ke arah yang malah merugikan atau menyimpang. Solusi bagi mahasiswa agar dapat selalu kreatif dan inovatif adalah dengan tidak menutup diri dari segala sumber informasi dan mengadaptasikannya dengan baik, karena semakin kita dapat mengembangkan pengetahuan, semakin banyak pula wawasan yang dimiliki mengenai fungsi, alasan, serta peran-peran atas segala yang ada di muka bumi, lalu kita dapat lebih bereksplorasi dalam menciptakan hal-hal baru yang bermanfaat, yang tentunya makin kreatif dan inovatif.

 

5 tingkatan kreatifitas tingkatan universal dalam proses menciptakan hal baru yang dilalui oleh mahasiswa.

  • Existential : Segala sesuatu ada yang mengawali terlebih dahulu, kemudian hal-hal lain pun turut hadir mengikuti.
  • Communicational : sesuatu telah tercipta, lalu hal tersebut akan berhubungan atau berkomunikasi dengan proses lainnya.
  • Instrumental : Hubungan yang bersifat instrumental akan membawa kita menciptakan alat-alat atau alat-alat bantu.
  • Orientational : Alat-alat bantu tersebut harus diarahkan kegunaannya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna (untuk lingkungan, masyarakat, sosial).
  • Innovational : Segala sesuatu yang diciptakan untuk masyarakat adalah inovasi yang memberikan objek baru, fitur baru, produk baru.