Archive

Monthly Archives: December 2011

 

Inovasi terbaru kali ini datang dari sebuah ide saat melihat kenyataan bahwa banyak sekali orang yang depresi karena tidak dapat menyalurkan emosi dalam dirinya. Sering kali pikiran atau ganjalan dalam diri tersebut dipendam sehingga menimbulkan sakit atau alokasi penyaluran emosi yang salah sehingga menimbulkan kerusakan atau hubungan yang tidak baik dengan segala aspek disekitarnya saat kejadian tersebut. Lalu, bagaimana solusi yang tepat atau bahkan bermanfaat bagi mereka ?

inilah “the emotion translator” dimana dalam benda ini dapat tersimpan dokumen berupa energi yang diserap melalui sensor pada bagian luar benda ini. energi yang diserap dapat berupa pukulan / hantaman pada benda ini atau suara disekitarnya dan terbaca sesuai dengan kadar/muatan energi yang masuk. setelah itu, energi yang telah tersimpan dapat digunakan sebagai kompor, baterai, lampu, dan lain-lain.

Visualisasi benda ini disesuaikan dengan fungsinya, yaitu suatu bentuk yang memancing emosi penggunanya. hitam, besar, seperti samsak, sangat pas untuk pelampiasan emosi seseorang. saat orang tersebut memukulnya, benda ini otomatis menghitung energi yang tersalurkan dan menyimpannya untuk dapat digunakan menjadi energi lainnya. Begitu pula dalam penyerapan suara, pengguna dapat melampiaskan emosinya dengan memarahi, memaki, atau apapun pada benda ini sehingga terlepas beban pikirannya. sensor suara akan bekerja dengan  menyimpan energi berupa suara tersebut dan dikonversikan ke bentuk energi yang dapat digunakan dalam bentuk lain di benda ini. ada box kecil di dalam benda ini, yang bisa dikeluarkan lalu ada kabel2 yang menyambungkannya ke baterai, gas, atau lampu. penggunaannya sesuai jumlah energi yang tersedia.

berikut business model Emotion Translator :

 

 

Advertisements

saya telah melalui kelas creativity and innovation selama 1semester bersama paman APIQ dan Kak Bayuningrat. Tentu mengikuti kelas CI sekarang melalui sebuah pertimbangan alasan dan menghasilkan suatu output dalam 6 bulan lamanya. Apa saja ilmu, pengalaman, atau hal apapun yang dapat saya ambil dari kelas ini?

Pada awalnya saya agak bingung kenapa kelas ini dibuka di perkuliahan. Saya yakin kalau ada mahasiswa yang tidak mengambil kelas ini dari sbm maupun luar sbm atau luar itb pasti iri dengan kelas yang terlihat sangat “fun” dan sibuk bermain-main ini. hahaha. Tapi minggu demi minggu makin terasa mengerucut sebenarnya kemana arah tujuan dari permainan-permainan yang dilakukan. Orang seringkali menggebu-gebu ingin membuat bisnis dan meraih keuntungan yang besar secepatnya. Bisnis tersebut dijalankan dengan diawali mencari hal yang paling menguntungkan di masyarakat dan meminimalisir kesulitan si pembuat bisnis. Namun, darisekian banyak bisnis yang “sama” diantara kompetitornya, yang mana sih yang paling bertahan? apakah semua bisa meraih kesuksesan dengan sama rata. ya jelas tidak mungkin.

KREATIFITAS DAN INOVASI menurut saya adalah jawaban yang paling tepat untuk menjadi kunci dalam berangkat ke sebuah bisnis yang besar. dengan adanya ide-ide baru yang fresh, inovasi yang terus tergali, dan keinginan yang kuat untuk terus mencari hal terkini, yakinlah kalau kita dapat menembus kesuksesan dimanapun tempat atau masa kita berada. Dalam kelas creativity and innovation di SBM yang saya ambil kali ini, saya menemukan makna tersebut untuk meraih kesuksesan karena hidup itu terus bergulir, berganti-ganti, berotasi, dan kita harus bisa kuat berevolusi terus menerus menembus ruang dan waktu untuk dapat terus menapaki moment hidup yang berbeda.

Sebenarnya detail dari kegiatan di kelas ini banyak sekali. Namun saya hanya menyebutkan hal yang paling mengena dalam pribadi, yaitu ternyata pertanyaan tidak selalu terjawab dengan sebuah jawaban. pertanyaan mungkin terjawab dengan pertanyaan-pertanyaan lain yang terus mengalir.