Archive

Monthly Archives: November 2011

Menggunakan handphone saat ini sepertinya sudah menjadi syarat wajib bagi banyak orang untuk memperlancar setiap aktivitas yang dijalani. Sepertinya akan sangat menyulitkan sekali jika benda ini tertinggal atau tidak ada, maka kita selalu mengingat keberadaannya kemanapun kita pergi. Kemudian, ditengah aktivitas seringkali orang kehabisan pulsa dan merasa kesulitan mencarinya karena berada di tempat2 yang sulit dijangkau atau sulit mencari parkir.

Selain itu, seringkali orang lupa membawa cash. atau, lupa membawa dompet saat bepergian sehingga kartu debit tidak dapat dengan sigap digunakan.

Dengan itu, ada sebuah inovasi baru yaitu penyatuan debit card dan credit card yang pertama-tama, ia akan sangat memudahkan pengguna smartphone untuk membeli pulsa langsung dari rekening. Berbeda dengan yang ada sekarang yaitu pembelian pulsa dapat dilakukan melalui rekening di atm. Namun, pembelian ini dapat dibeli langsung melalui hp anda. Kedua, karena keberadaan hp sangatlah krusial maka orang akan lebih mudah mengingat untuk membawanya, jadi tentu otomatis membawa kartu debit kemanapun yang menyatu dengan simcard ini akan tidak terlewatkan juga.

Benefit juga akan juga dirasakan oleh provider yang mematenkan inovasi ini karena kemudahannya akan menaikkan jumlah pengguna provider dan tentu membangkitkan relasi dengan bank yang bekerja sama melalui keberadaan kartu debit tersebut. Trend yang ada juga akan membuat orang beralih pada teknologi terbaru ini sehingga dapat memperluas pengadaan scanner di berbagai store yang berimbas juga pada kenaikan revenue dari penjualan scanner tersebut.

Berikut adalah business model dari inovasi baru ini :

Suatu hari Muhammad sedang berbincang-bincang dengan seorang ratu dimasa itu. Perbincangan dilakukan di dalam sebuah gua yang dimiliki oleh Isaac Newton, tempat dimana raga jesus Christ yang menghilang dahulu ditemukan oleh Buddha. Raga tersebut diberikan oleh confucius sebagai rasa terimakasih karena pernah menemaninya senam di St. Paul sekaligus sering meminjamkannya baju yang ada tulisan Tsai Lun untuk dipake balapan lawan Guttenberg.  Ya walaupun kekecilan karena suka makan cemilan buatan Columbus, tapi tetap dipake. Padahal ketat gitu, kurang cocok dipakai sesepuh seumuran Einstein saat itu. Pasteur yang ngeliat aja jadi sebel, risih liatnya. Terus baju itu dipakai dobel padahal Galileo Galilei juga butuh pinjam bajunya. Akhirnya Aristotle mengajak dia makan timbel supaya nggak kepikiran terus, sambil baca buku fabel buatan euclid. Sehabis itu, mereka jalan-jalan melihat toko mebel di jln Moses sambil sekalian nambal ban dekat situ punya teman lama namanya Darwin. Padahal dari pagi mereka bajunya bejubel banget, Shih huang ti belum sempat setrika baju yang ada label tulisan “Augustus Caesar” itu, gara-gara lagi makan sambel di dapur bareng Copernicus dan Lavoisier.

25 oktober 2011

saatu itu saya masuk ke kelas dan menemukan ternyata hari itu kedatangan guestlecture yaitu Pak Budi Rahardjo. Pada awalnya saya masuk kurang memperhatikan pembicaraan di kelas karena terlambat dan sibuk gambar2 sendiri.

Entah ada gestur-gestur  apa yang dilakukan Pak Budi Rahardjo sehingga saya tertarik tiba-tiba memperhatikan ke depan dan mendengarkan cerita-cerita beliau.

Budi Rahardjo.

Seorang dosen ITB, lulusan Elektro, Entrepreneur Digital, pernah tinggal di luar negeri dan bekerja di multinational company. “Yang penting tetap menjadi warga negara Indonesia dimanapun kita berada. yang penting menjadi diri sendiri.”

Dari sekian banyak bisnis yang dijalaninya, Pak Budi R. tidak pernah sekalipun membuat businessplan.

“Kalau kita hebat, kita tidak akan melamar kerja, tapi pekerjaan yang akan mencari kita.”

Salahsatu usaha yang pernah dilakukannya adalah Digital Beat store di PVJ.

Hobi yang dijalani sekarang adalah main band.

Pak Budi Rahardjo sering mengalami kegagalan pada bisnis yang dijalaninya. Suatu saat beliau pernah menyampaikan sebuah ide bisnis yang kemudian ide tersebut langsung disetujui dan diberikan biaya yang sangat besar. Beliau bertanya2 mengapa orang tersebut tidak takut memberikan uangnya, apakah tidak takut hilang begitu saja?

Yang berinvestasi memberikan uang. Yang menjalani bisnis memberikan ‘waktu/usia’nya dalam menjalani usaha tersebut.

“Usia hilang nggak bisa dibeli, uang bisa dicari. kegagalan adalah nasib. gagal itu bukan aib. Yang penting kita sudh berusaha menggunakan waktu yang dimiliki dengan baik.”

Maka yang berinvestasi percaya kalau orang yang diberikan uang untuk menjalani bisnis tersebut akan berupaya sebisa mungkin untuk menggunakan usia yang ada sebaik-baiknya.

Blog

rahard.wordpress.com

gbt.blogspot.com

Pak budi rahardjo merasa bahwa di indonesia jarang sekali ada orang yang memiliki ide / cerita yang orisinil dari dirinya sendiri. Blog rata-rata isinya adalah cerita bloglain yang di copy atau di ceritakan ulang kembali. Beliau ingin blog yang dimilikinya semua berawal dari nol, dari pemikirannya sendiri. Dan kita tau kalau ide yang dimulai dari nol itu tidaklah mudah, itulah kenapa ide itu malh nilainya. Memang wajar kalau kita mendapatkan inspirasi dari sumber-sumber lainnya, namun kita harus bisa menyerap ide lain yang ada dan kemudian memberi added value sehingga tercipta ide baru yang lebih baik dan nilai orisinil tetap terjaga. “good artists copy, great artists steal”

Bisnis Digital ?

– Analog ke digital

– “most important technology of the last 40years” – versi IEEE Spectrum – N0v ’04 –> perangkat menjadi lebih kecil, cepat, dan murah

– Model bisnis baru –> Freemium (Longtail)

Longtail –> menjual kualitas, bukan kuantitas.

Pak budi rahardjo mengejar pasar yang menginginkan kualitas (keinginan pasar perindividunya), bukan kuantitas dari peminat yang tertinggi.

Banyak orang yang berusaha untuk bunuhdiri karena depresi, depresi karena lack of creativity. Maka jadilah orang yang terus menggali ide dan kreatifitas. : )

Lakukan dengan hati !

Orang yang banyak sukses tidak berawal dari pikiran “ingin kaya”, namun berawal dari apa yang disenanginya

“U dont work. U PLAY the rest of your life!”